Klarifikasi Soal Jenazah Covid-19 harus Dibakar, Tito: Ada Media yang Memotong Sepotong Saja

Jumat, 24 Juli 2020 | 16:27:03 WIB
Mendagri Tito Karnavian

RIAUSKY.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan klarifikasi terkait jenazah terinfeksi virus korona atau Covid-19 yang menurut penelitian harus dibakar. 

Namun, kata Tito hal itu bergantung pada aqidah dan keyakinan masing-masing pemeluk agama.

“Salah satu penelitian menyebutkan pada suhu 56 derajat celcius dia (virus) akan mati, sehingga teorinya jenazah yang mengandung virus, untuk membuat virusnya mati juga seyogyanya dibakar. Tapi tentu belum tentu sesuai dengan akidah bagi agama-agama tertentu termasuk kita yang muslim,” kata Tito dalam keterangannya, Jumat (24/7).

Dia berujar, kalau perlakuan terhadap pengurusan jenazah yang terinfeksi Covid-19 dikembalikan pada aqidah masing-masing. Namun, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, agar virus tak lagi menyebar pada objek atau benda lainnya.

“Oleh karena itu tekniknya adalah dengan cara dibungkus rapat supaya virusnya tidak ada celah untuk keluar, setelah itu baru dimakamkan, dimakamkan di tempat yang kering, sehingga tidak ada kemungkinan untuk virusnya keluar, mengalir di air, dan lain-lain,” ucap Tito.

Tito menegaskan, pernyataan dirinya yang kemudian viral di media sosial dikutip tak utuh, sehingga menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Dia mengharapkan, polemik terkait hal ini dapat diakhiri, sehingga masyarakat tidak salah paham atas pemberitaan yang terjadi.

“Ada media yang memotong sepotong saja, bahkan ada kata-kata yang di luar apa yang saya katakan, yaitu jenazah Covid-19 harus dibakar, saya tidak pernah mengatakan seperti itu, tidak pernah,” klaim Tito. (R01)

Sumber: Jawapos.com

Terkini